Full Moon

Lihatlah bulan, tidaklah ia seterang mentari, namun cahaya lembutnya menentramkan hati.
Tidaklah ia seterik mentari, namun kehadirannya mempengaruhi pasang surut air laut.
Ia tak muncul setiap hari, itulah sebabnya kehadirannya dinanti.

Namun untuk menikmati keindahan temaram rembulan, perlulah kita memadamkan lampu-lampu kota yang kesehariannya menerangi kita.

Padamkan semua api permusuhan dalam diri, lihat satu titik kecil yang menyinari dalam hati. Sinar yang lembut dan menentramkan.

Mungkin tanpa sadar Anda telah lama merindukannya. #FullMoon

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Lama: Jika Kau Sedang Futur

Arti Sebuah Komitmen

Tak semua dalam gelap, mendamba terang