Posts

Showing posts with the label Puisi

-Pecundang-

Image
(catatan lama) -Pecundang- by Fathur Azwir sumber: google Hei kau pecundang ber-ego besar Kapan kau berhenti membuat orang lain gusar Menunjuk mereka salah dan engkau benar Ingin rasanya engkau ku tampar

Benar benar baik?

Image
Tiada kita pungkiri bahwa berbuat baik itu baik. Namun sungguh celaka jika kita terlena. Seringkali seseorang berbuat baik dengan sengaja. Kemudian menjadi jumawa karena merasa berjasa. Padahal siapalah kita tanpa penjagaanNya. Melainkan makhluk pendosa yang tiada daya.

Laila - Majnun

Image
Duhai Qais, apa lagi yang kau cari sedangkan hati Laila telah dibentengi? Duhai kawanku, jangankan benteng, lautan pun kan ku seberangi. Walaupun pintu telah dikunci, tetaplah hatinya bisa ku curi. Duhai Qais, benteng Laila terjaga. Kau membutuhkan meriam untuk merubuhkan menara. Duhai kawanku, sungguh ku tak punya, namun ku kan berusaha. Ku tak punya peluru baja, namun ku punya kekuatan cinta. Tak ada peluru baja namun ku gunakan tanah sebagai gantinya. Tidaklah ia meruntuhkan menara, namun di hatinya kan berbekas tanda. Oh Laila, kau sungguh membuat Qais menggila. Fathur Azwir 08 Desember 2013

Masihkah Kau Mencinta?

Image
Duhai remaja yang sedang dilanda cinta Ku tahu dirimu menanti kabar darinya Ku tahu dirimu merindu sapa mesra Ku mengerti, dirimu selalu menanti saat saat berdua Menghabiskan waktu penuh canda tawa Namun, hendaklah kau mengerti Bahwa sesungguhnya cinta tidaklah itu saja Cinta menimbulkan konsekuensi Cinta itu. . . . Bayar listrik tiap bulan Bayar kontrakan / cicilan rumah tiap bulan Pasangan yang terkadang bad mood Anak nangis pagi2 Anak ee' / pipis ketika kita makan Dan banyak hal lain diluar itu Jadi, masih kah kau mencinta?

Fathur Namaku

Image
“Fathur. . .” Pelafalan nama dengan suara yang terlalu indah untuk diabaikan Suara itu, menghentikan langkahku seketika, dan menolehkan wajahku ke belakang Oh Tuhan, siapa gerangan yang memanggilku dengan suara itu Aduhai, mimpi apa aku semalam sehingga dipanggil oleh gadis jelita yang bahkan tak ku kenal Ia tersenyum manis dengan mata yang berbinar Pikiranku melayang, membuka memori memori masalalu Namun semuanya nihil Ku tak berhasil menemukan wajahnya di dalam memoriku Siapa gerangan fikirku Hingga ku sadari, ternyata senyumnya bukan untuk ku Hingga ku sadari, ternyata ada pria lain di sampingku Hingga ku sadari, ternyata namaku cukup pasaran Huasem,, tiwas GeeR RSCM 24-10-2013

BUAT APA NIKAH?!

Image
Tidak cukup hanya sekedar buku nikah,, tidak juga akta lahir.. Yang diperlukan adalah hati yang saling menambatkan kasih,, tak sekedar status yang tercatat di institusi negeri.. Betapa banyak orang tercatat sebagai suami istri namun tak lagi saling mengisi. Hanya terikat secara administrasi. Betapa banyak hubungan orang tua - anak tak lebih seperti garis komando militer. Orang tua hanya memberi perintah & memenuhi kebutuhan materi anak. Apa yang terjadi setelah itu? Apakah anak mengikuti perintah sepenuh hati? Apakah pasangan masih saling mengasihi? Aduhai, ternyata yang dibutuhkan lebih dari sekedar itu. Apakah kau sadar, sebelum menikah kau berharap memiliki pasangan yang ideal menurut versimu sendiri. Setelah menikah, kau berharap memiliki buah hati yang ideal menurut versimu sendiri. Namun setelah itu semua, kau mulai jemu. Kau hanya bahagia sesaat setelah mendapatkan apa yang kau inginkan. Setelah itu, lupa bahwa dulu kita menginginkannya. Tunggu, kau b...