Laila - Majnun


Duhai Qais, apa lagi yang kau cari sedangkan hati Laila telah dibentengi?

Duhai kawanku, jangankan benteng, lautan pun kan ku seberangi.

Walaupun pintu telah dikunci, tetaplah hatinya bisa ku curi.

Duhai Qais, benteng Laila terjaga. Kau membutuhkan meriam untuk merubuhkan menara.

Duhai kawanku, sungguh ku tak punya, namun ku kan berusaha.

Ku tak punya peluru baja, namun ku punya kekuatan cinta.

Tak ada peluru baja namun ku gunakan tanah sebagai gantinya.

Tidaklah ia meruntuhkan menara, namun di hatinya kan berbekas tanda.

Oh Laila, kau sungguh membuat Qais menggila.



Fathur Azwir


08 Desember 2013

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan Lama: Jika Kau Sedang Futur

Arti Sebuah Komitmen

Tak semua dalam gelap, mendamba terang